dalam bisu senja

Dalam bisu senja yang bersinar lembut, ada senyum yang terlukis di atas bayang-bayang kita. Tersenyumlah, kekasih, karena aku merindukanmu dengan setiap hela napasku yang menunggu. Di setiap hela, aku mencari jejakmu, namun tak bisa menemukannya selain dalam setiap kenangan yang tetap hidup dalam hatiku, seakan waktu tak pernah menghapuskanmu, bahkan dalam diam. 

Saat mata kita terpejam dalam mimpi yang penuh harap, aku masih menemukanmu dalam setiap kilau bintang yang menari di langit malam. Setiap denting waktu yang berlalu adalah melodi yang memanggilmu, kehadiranmu terasa dalam tiupan angin yang menyentuh lembut kulitku. Tak ada yang pernah benar-benar hilang, karena aku dan kamu ada dalam setiap detik yang telah terlewati bersama, seakan dunia berhenti hanya untuk kita berdua.

Namun, cintamu adalah abadi, tak terhapuskan oleh jarak atau waktu. Bagaimana bisa aku terbang, jika sayapku terikat pada cinta yang telah memberiku hidup? Dalam pelukanmu yang tak terlihat, aku menemukan segala ketenangan. Cinta ini adalah janji, yang tak akan terpecah meski bintang-bintang menghilang. Ia tetap akan terjaga dalam setiap napas yang tak berhenti, meskipun tubuh kita tak lagi bersatu. 

Kau adalah satu-satunya cahaya yang menerangi jalan-jalan sunyi dalam hidupku. Tidak ada cinta lain yang bisa menggantikanmu, tidak ada senyum yang bisa sehangat senyumanmu. Di hatiku, hanya ada kamu, satu-satunya yang terukir dalam setiap alunan takdir yang kita ukir bersama. Karena dalam dirimu, aku menemukan rumah yang sejati, tempat di mana cinta selalu tumbuh, abadi